edisi kali ini berbagi ilmu
penulis ambil yang bisa bermanfaat buat pembaca semua
tips kali ini mengenai kehamilan
berarti buat ibu-ibu dong tipsnya?
ga,buat bapa bapa juga bisa,sebagai bentuk perhatian buat ibunya.
sebelumnya,maaf seandainya bahasa penulis tercampur antara bahasa resmi ama bahasa yang ga beraturan
ketika memasuki masa pernikahan,alangkah baiknya seandainya ibu ibu atau bapa bapa memperhatikan kondisi haid ibu ibunya
ketika tidak mendapat haid
dicatat tanggal berapa haid itu terakhir kali muncul(dah gitu ,ga ada haid lagi)
hal ini penting
buat pemeriksaan kondisi ibunya pada saat 9 bulan
penulis terkadang bingung ketika menanyakan kepada ibu ibu
penulis:”ibu haid terakhirnya kapan?”
ibu-ibu:”aduh lupa”
penulis:”dari bulan puasa/17 agustus ga bu?”
kenapa haid terakhir penting?
karena buat dihitung dah cukup belum umur kehamilan ibu ibu ini
dan untuk dilakukan tindakan selanjutnya berdasar umur hamil ibu ibu ini
–
ok,beralih setelah melahirkan
ibu ibu lebih baik memberi susu buat bayinya
ibu-ibu:”susu formula yang baik apa ya?”
yang baik justru dari ibu-ibu sendiri bukan dari susu sapi
sampai 6 bulan selalu hanya susu ibu ini
kenapa?
pas 1 detik setelah bayi lahir,terus bayi ibu disusui,hal ini akan menstimulus rahim ibu yang asalnya perdarahan menjadi berkontraksi dengan kondisi bayi disusukan ke ibunya.
yang kedua,air susu ibu ini mengandung imun(imun ini alat untuk pertahanan terhadap penyakit)
perlu ga sih,periksa kehamilan itu?
perlu
kenapa?
dalam kehamilan,dikenal penyakit tekanan darah tinggi ketika hamil
terus?
nah,klo tekanan darah ibu hamil naik,beresiko adanya kejang
sehingga klo tekanan darah ibu tinggi,
biasanya melahirkannya perlu perwatan khusus
—
mungkin itu,yang bisa penulis bagi untuk ibu ibu,atau bapa bapa (buat memperhatikan ibunya)
—
oia,trus klo yg dah banyak anak gimana?
semakin sering melahirkan,semakin besar resiko rahim ibu ibu turun ke bawah
–
tos heula
mohon maaf klo ilmu penulis masih kurang
salam sunda
act